Thursday 27th June 2019

Evolusi Web Design dalam 6 tahun terakhir

Hello Teman Koding… Tidak terasa sudah tinggal beberapa bulan lagi menuju tahun 2019. Bagaimana apakah semua resolusi Teman Koding di tahun ini sudah tercapai semua? namun, kali ini saya tidak akan tentang membahas tentang resolusi pergantian tahun, melainkan evolusi web desain 6 tahun kebelakang.

Setiap tahunnya, para perkembangan web desain sangatlah dinamis mengikuti tren teknologi yang ada. jika kita lihat 6 tahun ke belakang, kita akan teringat dengan kemunculan CSS Framework seperti Bootstrap, Skeleton, Materialize, dll. Serta kemunculan Responsive Web Design yang diakibatkan oleh perkembangan mobile device yang begitu pesat.



Tahun 2013, Responsive Web Design menjadi populer

Sebenarnnya kemunculan Responsive Web Design bukan lah pada tahun 2013. Dari sejarahnya kemunculan Responsive Web Design diperkiraan pada pertengahan tahun 2010. Namun, pada tahun ini perkembangan mobile device yang pesat membuat Responsive Web Design menjadi populer. Hal ini membuat tampilan website menjadi lebih fleksibel ketika di buka di desktop maupun di mobile device.


Tipografi dan tata letak konten menjadi perhatian serius pada tren web design tahun 2013. Tata letak konten dan gambar menjadi sangat sederhana pada saat itu, hal ini dikarenakan untuk mempermudah dalam membuat tampilan website menjadi responsive.


Tahun 2014, Tahunnya Framework CSS dan Flat Design

Tahun 2014 adalah tahunnya Framework CSS, pada tahun itu mereka menjadi idaman bagi para pengembang website. Framework CSS ini mempermudah dalam membuat tampilan website, mereka juga yang mempopulerkan grid system yang memudahkan para pengembang dalam membuat tampilan yang responsive.

Selain Framework CSS, tren di tahun 2014 adalah Flat Design. Flat Design membuat banyak desain website pada saat itu lebih menekankan aspek kegunaan dan membuat tampilan menjadi lebih minimalis dan bersih. Pada tahun ini desain website lebih berfokus pada typografi, pemilihan warna-warna yang cerah dan ilustrasi dua dimensi. Dan meminimalisir penggunaan bewel, bayangan dan tekstur.



Tahun 2015, Storytelling dan Longer Scrolling

Pada tahun ini mungkin kita akan banyak menemui website-website yang seakan mempunyai alur cerita dan hanya terdiri dari satu page yang memanjang. Ya, pada tahun 2015 adalah tahunnya Storytelling dan Longer Scrolling Design. Dua tren desain ini memiliki kaitan yang erat.

Dipadukan dengan Ilustrasi dan animasi yang membuat konten yang ada di dalam website menjadi interaktif dan menarik. para pengguna akan mengetahui isi dari website hanya dengan menggunakan scroll. Namun, Website seperti ini lebih cocok untuk kepentingan promosi.



Tahun 2016, Material Design paling populer

Jika pada tahun 2014 penggunaan bewel dan bayangan sangat sedikit, tidak dengan Material Design yang populer pada tahun ini. Material Design mengambil implementasi dari dunia nyata, setiap objek berada dalam bentuk 3D sehingga nantinya akan mempengaruhi letak bayangan dan cahaya dari objek. Material Design juga memiliki animasi yang responsif terhadap interaksi.

Meskipun Material Design sendiri telah di rilis oleh Google ada tahun 2014, namun lebih populer pada tahun 2016. Hal ini dikarenakan kalah pamor dengan Flat Design. namun seiring perkembangan waktu, para UI Designer ataupun UI Engineer mengadopsi Material Design pada pengembangan website sehingga menjadi tren pada saat itu.


Tahun 2017, Selamat datang Flexbox

Tahun 2017 adalah tahunnya flexbox, flexbox merupakan. salah satu layout bawaan dari CSS 3 Tren ini sangat dirasakan oleh UI Engineer daripada oleh para Web Designer. Flexbox sendiri sangat membatu dalam pengembangan tampilan website agar posisi container bisa lebih fleksibel mengikuti view dari devicenya sendiri.

Selain Flexbox, pemilihan warna yang cerah dan kombinasi gradient warna-warna yang sejenis menjadi primadona. Hal ini masih dipengaruhi oleh trend material design yang membawa warna-warna yang cerah dan menarik.


Tahun 2018, Mobile First

Ditahun 2018, Orang-orang lebih banyak menggunakan perangkat mobile daripada laptop atau personal komputer untuk mengakses situs website. sehingga para pengembang memanfaatkan ikon-ikon untuk menggantikan komponen-komponen yang biasa digunakan dalam tampilan website di layan laptop atau personal komputer. Sehingga tampilan pada perangkat mobile menjadi fokus utama bagi sebagian UI Engineer dan UI Design.

Selain itu, penggunaan svg juga lebih banyak. hal itu dikarenakan kelebihan gambar vektor yang tidak akan pecah ataupun pudar meskipun dibuka pada ukuran layar apapun. Ini juga bagian dari imbas tren Mobile First.

Setiap tahunnya, tren web design berubah-ubah. Lalu bagaimana dengan tren pada tahun 2019 yang akan datang, ini menarik untuk kita nantikan bagaimana kejutanya.

Author : Adhe Dwi Waliyanto